short course pengajaran Bahasa Inggris dan pedagogi praktis bersama ibu-ibu PKK RW 009 Desa Pepelegi, Waru, Sidoarjo.
Liburan kali ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya, karena saya memilih untuk mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat, Alih-alih hanya mengisi waktu dengan hiburan, saya bersama tim mahasiswa dan dosen berusaha menghadirkan program yang bermanfaat bagi warga sekitar.
Salah satu program yang kami jalankan adalah mengikuti short course pengajaran Bahasa Inggris dan pedagogi praktis bersama ibu-ibu PKK RW 009 Desa Pepelegi, Waru, Sidoarjo. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi ilmu, tetapi juga wujud nyata pengabdian masyarakat dengan semangat Mewujudkan Generasi Rahmatan lil ‘Alamin yang Inovatif dan Berdampak bagi Bangsa. Kami menyadari bahwa di era global saat ini, kemampuan berbahasa Inggris sangat penting, namun tidak semua anak memiliki kesempatan belajar tambahan di luar sekolah. Di sinilah peran ibu menjadi sangat strategis, karena merekalah guru pertama dan utama bagi anak-anak.
Dalam kegiatan ini, kami memperkenalkan metode sederhana agar para ibu bisa membantu anak-anaknya belajar dengan cara yang menyenangkan. Misalnya, mengajarkan kosakata melalui benda-benda di sekitar rumah, bermain tebak-tebakan gambar, hingga bernyanyi lagu anak-anak berbahasa Inggris. Kami juga memberikan tips praktis, seperti membuat kartu kata (flashcard) dari kertas atau memanfaatkan aplikasi gratis di ponsel untuk latihan mendengar dan berbicara.
Respon para ibu sangat positif. Mereka merasa lebih percaya diri dan bersemangat untuk mendampingi anak-anak belajar. Mereka merasa terbantu karena kini memiliki bekal praktis untuk mendampingi anak-anak belajar di rumah. Sementara itu, anak-anak juga terlihat lebih antusias karena belajar Bahasa Inggris tidak lagi terasa sulit atau membosankan.
Melalui pengalaman ini, saya belajar bahwa menjadi generasi Rahmatan lil ‘Alamin berarti menghadirkan manfaat bagi orang lain dengan cara yang sederhana namun berdampak. Inovasi kecil, seperti mengajarkan metode belajar Bahasa Inggris yang mudah, ternyata bisa membantu keluarga dan pada akhirnya memberi kontribusi positif bagi bangsa. pengalaman ini menjadi pelajaran penting. Pengabdian masyarakat bukan hanya tentang memberikan bantuan sementara, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri. Melalui kegiatan ini, saya melihat bagaimana peran ibu rumah tangga dapat dioptimalkan untuk mendukung pendidikan anak, sekaligus menjadi agen perubahan kecil bagi lingkungannya.
Liburan saya tahun ini terasa berbeda dan jauh lebih bermakna. Saya belajar bahwa inovasi sederhana, bila dilakukan dengan niat ikhlas, dapat memberikan dampak besar. Sebagai generasi muda, saya semakin yakin bahwa langkah-langkah kecil dalam pendidikan dapat menjadi pondasi kuat untuk mewujudkan bangsa yang cerdas, mandiri, dan penuh kebermanfaatan.



Komentar
Posting Komentar